Volvo CE Mulai Gunakan B20

Sesuai peraturan pemerintah tentang penggunaan B20 , Volvo CE memastikan dapat menggunakan bahan bakar biodiesel untuk kendaraannya.

Sejak 1 September 2018, pemerintah mewajibkan penggunaan B20 untuk kendaraan non-public service obligation (non-PSO). Penggunaan B20 diharapkan dapat mengurangi emisi karbondioksida (CO2) sehingga lebih ramah lingkungan.

“Kami sangat senang bahwa kini Indonesia mulai beralih ke biodiesel yang tentu sejalan dengan wawasan Volvo,” kata Indra Wirawan selaku Marketing Communications and Retail Development Director PT Volvo Indonesia.

Volvo CE sudah cukup lama mengembangkan teknologi ramah lingkungan. Sejak 2009, Volvo CE melakukan serangkaian inovasi seperti penggunaan bahan bakar terbarukan. Ditambah dengan mengenalkan teknologi kendaraan listrik di beberapa modelnya, Volvo diyakini mampu menjadi pemain penting dalam industri yang berbasis pada lingkungan.

“Mesin buatan Volvo sebenarnya kompatibel dengan biodiesel sejak 2009. Kami senang pelanggan kami di Indonesia sekarang bisa ikut memanfaatkan teknologi biodiesel.”

Indra Wirawan selaku Marketing Communications and Retail Development Director PT Volvo Indonesia

Kini, Volvo CE mengenalkan compact excavator bertenaga listrik pertama di dunia, EX2, yang dilengkapi sistem penggerak listrik dan aktuator linear elektromekanis. Meskipun terlalu dini untuk mengatakan bahwa Volvo akan beralih sepenuhnya ke mesin listrik, namun Volvo percaya elektrifikasi bakal menjadi masa depan industri alat berat.

Prototipe EX2 membuktikan determinasi Volvo dalam menghasilkan emisi 0% tanpa mengorbankan tenaga seperti yang dilakukan mesin diesel konvensional. Selain pada model compact excavator, Volvo juga memproduksi prototipe hybrid untuk model wheel loader, LX1.

“Kami sangat tidak sabar untuk mengenalkan lebih banyak lagi inovasi Volvo kepada pelanggan kami di Indonesia,” ungkap Indra.

Lebih Efisien

Berdasarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), penggunaan B20 dapat memperbaiki kualitas proses pembakaran kendaraan bermotor. ESDM sudah melakukan uji coba sejak 2014 dan terbukti kinerja kendaraan tidak berkurang signifikan.

Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, menyatakan tidak benar jika dikatakan biodiesel disebut sebagai penyebab kerak pada tangki bahan bakar.

“Biodiesel merupakan senyawa ester yang bersifat melarutkan. Pemanfaatan biodiesel justru dapat membersihkan kerak dan kotoran yang tertinggal pada mesin, saluran bahan bakar dan tangki,” katanya.

Dadan menambahkan inilah yang menjadikan filter jadi cepat kotor di awal penggunaan B20. Setelah dibersihkan atau diganti, tidak akan ada masalah lagi. Mesin tidak akan rusak atau korosi.

Kebijakan B20 memberikan dampak positif terhadap penghematan devisa negara dari impor solar. Dalam empat bulan, kebijakan masif untuk berbagai sektor tersebut mampu menghemat sebesar USD 937,84 juta sejak September 2018 lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *