Membuka Rekening Efek Makin Mudah

OJK meluncurkan program Simplifikasi Pembukaan Rekening Efek dan Rekening Dana Nasabah secara elektronik untuk meningkatkan inklusi jasa keuangan, khususnya di pasar modal.

Program penyederhanaan ini diharapkan bisa memperluas jangkauan Perusahaan Efek dalam memberikan layanan kepada investor sehingga dapat mengatasi terbatasnya jaringan pemasaran Perusahaan Efek yang hanya terfokus di kota besar.

“Program penyederhanaan ini diharapkan dapat membantu peningkatan jumlah investor domestik pasar modal.”

Hoesen
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK

Hoesen menambahkan penggunaan layanan berbasis elektronik tidak boleh mengurangi esensi keamanan dalam bertransaksi di Pasar Modal dan tetap mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Implementasi penyederhanaan pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah secara elektronik dengan mensinergikan pemanfaatan customer due dilligence (CDD) pihak ketiga antara bank-bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) dan Perusahaan Efek.

Ketentuan program ini diatur OJK dalam Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SEOJK) Nomor 6/SEOJK.04/2019. SEOJK berisi pedoman teknis pembukaan Rekening Efek Nasabah dan Rekening Dana Nasabah secara elektronik, penyediaan Customer Due Diligence (CDD) pihak ketiga, serta pedoman formulir pembukaan rekening untuk nasabah individual. Penerbitan SEOJK tersebut bertujuan agar pelaksanaan CDD dapat tetap sesuai dengan peraturan, namun tetap efisien dan memudahkan aktivitas transaksi.

Inisiatif ini merupakan dukungan terhadap Perusahaan Efek dalam memberikan layanan transaksi kepada nasabah secara online. Sebelumnya mekanisme on-boarding atau pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah masih dilakukan manual dan memakan waktu lama.

Dengan SEOJK ini akan memungkinkan Perusahaan Efek memberikan layanan pembukaan rekening efek dan rekening dana nasabah  lebih cepat dan menjangkau wilayah yang luas.

Perkembangan Positif

Dalam lima tahun terakhir, pasar modal menunjukan perkembangan yang positif. Kenaikan IHSG lebih dari 23% dari 5.226 di Desember 2014 menjadi 6.444 di 27 Maret 2019.

Jumlah single investor identification (SID) saham juga meningkat 151% dari  364.465 menjadi 915.675 investor saham (Desember 2014 – 22 Maret 2019). SID Reksa Dana meningkat 239% dari 320.063 menjadi 1.085.670 (Desember 2014 – Februari 2019). SID SBN meningkat 102% dari 105.690 menjadi 214.301 (Deesmber 2016 – Februari 2019).

Total investor per 22 Maret 2019 mencapai 1,7 juta. Sementara, berdasarkan Indeks Literasi Keuangan Nasional tahun 2016, tingkat literasi dan inklusi khusus Pasar Modal masing-masing 4,4% dan 1,3%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *