ACSET Bukukan Pendapatan Rp3,7 Triliun

PT Acset Indonusa Tbk atau ACSET membukukan pendapatan sebesar Rp3,7 triliun pada 2018 dan laba bersih sebesar Rp18,3 miliar.

Pendapatan mengalami kenaikan dari Rp3 triliun pada 2017 menjadi Rp 3,7triliun pada 2018. Namun, laba bersih tercatat turun tajam dari Rp154,2 miliar menjadi Rp18,3 miliar pada periode yang sama.

Hal ini disebabkan oleh beberapa perubahan pada proyek berjalan yang berakibat pada pengakuan kenaikan biaya konstruksi dan biaya keuangan terkait penyelesaian proyek berjalan.

Komposisi pendapatan pada periode ini masih didominasi oleh sektor infrastruktur sebesar 76%, konstruksi 17%, dan kemudian diikuti oleh sektor fondasi 5% serta lainnya 2%.

Perolehan kontrak baru hingga periode ini sebesar Rp1,6 triliun. Sepanjang 2018, ACSET selektif dalam berpartisipasi di proses tender proyek. Hal ini dilandasi prinsip Know Your Counterparts (KYC) dalam setiap kerangka kerja.

Beberapa proyek yang berhasil ACSET dapatkan di tahun 2018 antara lain Mixed-Used Development Kebon Sirih (skema joint operation bersama dengan Woh Hup (Private) Limited). Selain itu, proyek soil improvement di Pelabuhan Patimban dan Penambahan Ruas Tol Balaraja Barat-Cikande (Paket 1 & 2).

Hingga kini, ACSET masih mengerjakan sejumlah proyek dengan total kontrak senilai Rp7,1 triliun, yang mana terdiri dari carry over order tahun 2017 dan kontrak baru tahun 2018.

Tahun 2019, ACSET telah menetapkan target perolehan kontrak baru sebesar Rp15 triliun.

Optimisme ini dilandasi upaya perbaikan yang tengah dilaksanakan dalam aspek finansial, operasional dan pengembangan sumber daya di internal. ACSET melakukan diversifikasi ke bidang soil improvement dan marine works.

Terlebih lagi, ACSET saat ini memiliki Cement-Deep Mixing (CDM) Barge—ACSET Sea I—sejak awal 2018. Kapal yang merupakan pertama dari jenisnya di Indonesia ini diyakini memiliki kapabilitas dengan ekosistem pembangunan infrastruktur di tanah air,

Beberapa proyek prestisius yang pernah dikerjakan ACSET antara lain Pacific Place, Kota Kasablanka dan Gandaria City. Kini ACSET tengah berpartisipasi dalam pembangunan Thamrin Nine dan Gedung Indonesia 1 sebagai gedung tertinggi dengan fondasi terdalam, serta pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *